Tata Ulang Drainase di Jalan D.I. Panjaitan, PKL Diminta Bongkar Lapak Dagangan
- Jun 03, 2026
- Tono Triyanto
- Pemerintahan
SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur merencanakan tata ulang drainase di Jalan D.I. Panjaitan pada Juli mendatang. Untuk kelancaran program penanganan banjir dalam kota tersebut, para pedagang kaki lima (PKL) yang mendirikan lapak dagangannya di atas trotoar disepanjang Jalan D.I. Panjaitan diminta untuk melakukan pembongkaran. Pihak Kelurahan Mentawa Baru Hilir saat ini terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada PKL terkait program tata ulang drainase di Jalan D.I. Panjaitan.
Proyek pembangunan drainase tersebut ditangani Dinas SDABMBKPRKP Kotim. Program itu menjadi salah satu upaya penanganan banjir yang kerap melanda sebagian kawasan di sekitar. Hasil dari inventarisir di lapangan tim Dinas SDABMBKPRKP, terdapat bangunan atau sebagian bangunan milik masyarakat yang berada di atas saluran drainase atau pada ruang milik jalan (sepandan jalan) yang berpotensi menghambat pelaksanaan pekerjaan.
“Berdasarkan surat itu yang ditujukan ke Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kami dalam hal ini Kelurahan Mentawa Baru Hilir diminta untuk melakukan sosialisasi dan imbauan. Saat ini terus berjalan, petugas kelurahan melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang atau pemilik toko yang bangunannya menutupi trotoar,” ucap Lurah Mentawa Baru Hilir Putri Noorgeulis Fimaulyahar, kemarin (3/6/2026).
Putri juga mengajak para ketua RT/RW setempat untuk bersama-sama menginformasikan kepada masyarakat yang terdampak dari rencana kegiatan ini. Termasuk juga kepada para pedagang yang melakukan aktivitas usaha di atas trotoar.
“Kita tetap mengutakam sikap persuasif. Petugas pertama-tama mendatangai dan mendata pedagang yang berjualan di atas trotoar. Kita berikan penjelasan terkait program pembangunan drainase. Mereka juga diminta untuk membongkar bangunan sendiri,” ujar Putri.
“Pelaksanaan kegiatan akan tetap memperhatikan prinsip ketertiban umum, keselamatan kerja, serta mengedepankan pendekatan humanis sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Putri.
Selama ini di kawasan Jalan D.I. Panjaitan kerap menjadi sasaran banjir terutama saat intensitas hujan lebar ditambah air sungai pasang. Kondisi drainase yang buruk menambah persoalan banjir tidak terselesaikan. Tidak hanya menenggelamkan jalan utama, air juga menggenangi rumah warga terutama yang masuk dataran rendah. (kim.mb-hilir1)