Menjaga Tradisi Jemaah Musala Hijratul Hasanah Kompleks Anggur di Bulan Ramadan

  • Feb 23, 2026
  • Tono Triyanto
  • Feature

Gelar Berbuka Puasa dan Tadarus Bersama, Pengadaan Menu Berbuka Bergiliran

Ada hal yang tidak pernah hilang bagi warga Kompleks Anggur, Kelurahan Mentawa Baru Hilir terutama saat bulan Ramadan. Warga khususnya jemaah Musala Hijratul Hasanah selalu mengadakan buka puasa bersama dan tadarusan selepas salat tarawih.

SUARA marbot Musala Hijratul Hasanah tedengar cukup lantang lewat pengaras suara. Jam menunjukkan pukul 17.30 Wib. Pesan pengingat kepada warga bahwa waktu berbuka tidak lama lagi. Ucapan terimakasih kepada jemaah yang secara bergilirian menyumbangkan untuk menu berbuka puasa tidak lupa disampaikan. Tak berselang lama, ayunan surat Yasin terdengaar dari dalam musala yang dipantulkan lewat speakar.

“Sebelum berbuka biasanya kita selalu membaca Surat Yasin terlebih dulu. Warga yang berbuka puasa di sini cukup ramai. Paling sedikit 15 orang,” ucap Tudiansyah, marbot Musala Hijratul Hasanah.

Untuk menu berbuka bagi jemaah, takmir musala melibatkan warga Kompleks Anggur. Secara bergantin, seluruh warga khususnya yang beragama muslim diajak untuk berbuat kebaikan menyiapkan menu berbuka. Setiap hari ada empat kepala keluarga yang ditunjuk untuk menyediakan menu berbuka. Masing-masih kepala keluarga diminta menyediakan lima kotak untuk menu berbuka.

“Menunya disepakati berupa kue atau jajanan tradisonal dan ditambah kurma. Untuk air minum disiapkan dari musala,” ucap Tudiansyah.

Sesekali ada saja donatur ataupun warga yang memberikan kotakan berisi nasi dan beragam kue. Meskipun sudah ada jadwal bagi warga yang ditetapkan, hal itu diperbolehkan.

“Kalau orang mau bersedekah dan berbuat kebaikan dengan memberikan menu berbuka diluar jadwal yang sudah ditetapkan kita terima. Biasanya jemaah malah senang karena menu berbukanya jadi banyak,” ucap Tudiansyah sambil tertawa.

Tidak hanya kaum pria, kaum hawa juga ikut dalam kegiatan berbuka puasa ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak kaum pria, kehadiran para kaum ibu ini memberikan kesan yang berbeda.

“Tidak setiap hari juga para wanita ikut berbuka di musala. Kebanyaknya dari kaum pria. Suasana keakraban, kekeluargaan dan kebersamaan ini yang susah dicari gantinya,” ungkap Robi, salah satu jemaah musala.

Sama seperti musala ataupun masjid lainnya, Musala Hijratul Hasanah juga melaksanakan ibadah salat tarawih. Mayoritas jemaahnya adalah warga Kompleks Anggur.

“Tadarusan kita gelar selepasa salat tarawih. Ini juga menjadi agenda tetap di bulan Ramadan. Pesertanya tiap tahun variatif. Tahun ini yang paling banyak, tidak hanya orang dewasa, remaja hingga anak-anak ikut dalam tadarusan,” ujar marbot musala. (kim.mb-hilir1)