Atasi Banjir Perlu Tata Kelola Ulang Drainase Perkotaan
- May 19, 2026
- Tono Triyanto
- Sosial Kemasyarakatan
SAMPIT - Banjir yang melanda wilayah permukiman di Kota Sampit dalam kurun waktu seminggu terakhir menjadi perhatian luas masyarakat. Beragam spekulasi muncul di tengah masyarakat terkait penyebab banjir yang tidak hanya menenggelamkan akses jalan tapi juga rumah-rumah warga. Mulai dari buruknya tata kelola drainase perkotaan hingga sikap abai masyarakat sendiri terhadap kebersihan dengan ,masih membuang sampah sembarangan.
Warga RT 38 dan 39, Kelurahan Mentawa Baru Hilir memilih untuk tidak berdebat panjang dan pasrah menunggu bantuan pemerintah. Secara swadaya, dengan semangat gotong royong warga membersihkan saluran drainase yang menjadi pemisah wilayah di kedua RT tersebut. Warga sadar, selama ini saluran drinase tidak berfungsi maksimal. Selain banyak ditumbuhi rumput dan pepohonan, sedimen tanah yang terbawa air menyebabkan terjadinya pendangkalan drainase. Belum lagi sampah-sampah terutama plastik yang masih dibuang sembarangan.
“Kami ambil sikap dengan cara bergotong royong bersama-sama. Drainase yang jadi pemisah wilayah RT 38 dan 39 sudah lama sekali tidak tersentuh perawatan dari pemerintah. Setidaknya dengan kami bersihkan bisa mengurangi potebsi banjir di wilayah Anggur 2 dan Anggur 3,” ucap Ketua RT 38, Nanag Suriansyah.
Wilayah Anggur 2 dalam sepekan terakhir mengalami banjir yang cukup besar. Sejak dilakukan peningkatan Jalan di Anggur 3, air mengalir menuju wilayah yang lebih rendah. Sasarannya pun wilayah permukiman di Anggur 2 yang berada di sebelahnya. Kondisi drainase pemisah di wilayah tersebut yang terjadi pendangkalan dan banyak dipenuhi sampah, turut memperparah kondisi banjir. Air pun tidak bisa mengalir normal, sehingga debit air terus meninggi.
“Sebelumnya tidak separah ini. Sekarang selain airnya tambah tinggi, hujan dalam kurun waktu dua jam pun air sudah menggenangi jalan,” kata Nanang.
Sementara Ketua RT 39 H. Faridi Rahman berharap ada bantuan dari pemerintah untuk melakukan pengerukan drainse. Dengan kondisi drainse yang dangkal saat ini tidak mampu menampung air, terutama jika terjadi hujan lebat dan bersamaan air pasang.
“Untuk saat ini aliran air sudah berjalan lancar. Meski kemarin wilayah ini tetap banjir, aliran air sudah cepat turunnya,” kata Faridi Rahman.
Lurah Mentawa Baru Hilir Putri Noorgeulis Fimaulyahar ikut menerjunkan personelnya dalam kegiatan gotong royong yang dilaksankaan warga RT 38 dan RT 39, Minggu (17/5/2026). Putri menyampaikan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong terutama di wilayah tempat tinggal masing-masing sangat diperlukan. Setidaknya cara ini bisa mengurangi risiko banjir.
“Gerakan gotong royong harus terus dibudayakan di masyarakat. Kegunaannya sangat banyak, misalnya menciptakan lingkungan yang bersih, menghindari risiko penyakit khususnya demam berdarah, dan mengurangi risiko banjir,” kata Putri.
Sikap sadar akan kebersihan juga harus ditanamkan dalam diri masing-masing warga. Dengan cara itu, tidak akan lagi warga yang abai dengan membuang sampah sembarangan.
“Kebiasaan membuang sampah sembarangan khususnya ke sungai, drainase harus diubah. Sampah buang pada tempatnya masing-masing atau langsung ke TPS,” ucap Putri.
Terkait persoalan banjir yang terjadi saat ini, lanjut Putri perlu dilakukan tata kelola ulang drainase di perkotaan secara menyeluruh. Saat ini banyak terjadi pendangkalan sehingga mengganggu aliran air. Bahkan, dampak banjir itu juga dirasakan pihaknya. Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir ikut tergenang. (kim.mb-hilir1)