Dapur Baru Kering, Banjir Susulan Kembali Datang

  • May 19, 2026
  • Tono Triyanto
  • Feature

Ketika Dalam Sehari Curah Hujan di Kota Sampit Meningkat 

Dalam kurun waktu 24 jam, tepatnya sejak Minggu sore (17/5/2026) hingga Senin sore (18/5/2026) curah hujan di Kota Sampit mengalami peningkatan. Setidaknya dua kali banjir melanda sebagian wilayah hanya dalam waktu sehari.

Parit selebar satu meter yang menjadi pemisah wilayah RT 38 dan RT 39, Kelurahan Mentawa Baru Hilir terlihat bersih, Minggu siang (17/5/2026). Kolaborasi warga di dua RT tersebut lewat kegiatan gotong royong membuat pandangan mata lebih segar. Tidak ada lagi tanaman liar maupun sampah yang menutupi permukaan drainase. Semuanya terlihat bersih dan rapi. Air pun mengalir dengan lancar menuju drainase utama di Jalan Suprapto Selatan.

"Sebelum dibersihkan penuh dengan tanaman liar dan sampah. Makanya air lambat mengalir. Hari ini sudah bersih setelah warga dari dua RT bergotong royong," ungkap Ketua RT 39 Jalan Anggur 3, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, H. Faridi Rahman, Minggu pagi (17/5/2026).

Dua minggu sebelumnya banjir menerjang kawasan ini. Jalan dan sebagian rumah warga ikut tenggelam. Ketinggiannya beragam. Rumah yang posisinya lebih rendah paling merasakan dampaknya. 

"Biasanya cuma dapur, sekarang air masuk ke dalam rumah. Kasur pun ikut teredam," ucap Ketua RT 38 Nanang Suriansyah.

Dengan dibersihkannya drainase ini, Nanang bersama warga berharap air bisa cepat mengalir saat hujan deras. Sehingga banjir yang kerap datang bisa diminimalisir.

Tapi apa lacur. Banjir kembali terulang pada Minggu malam (17/5/2026). Hujan deras selepas magrib hingga sekitar pukul 20.00 Wib, membuat banjir kembali datang. Warga yang rumahnya rendah hanya bisa pasrah melihat air memenuhi rumah secara perlahan. 

ibu Mawar, salah seorang warga Jalan Anggur 2, hanya bisa tersenyum melihat air memenuhi dapurnya. Sementara ruang tidur dan tamu aman dari banjir setelah setahun lalu ditinggikan.

"Kalau banjir ya seperti ini. Dapur, kamar mandi pasti tenggelam karena posisinya rendah, yang penting tidur aman," ucap Ibu Mawar.

Keesokan paginya, nenek empat cucu ini bersama anaknya membersihkan sisa-sisa banjir yang sudah surut. Endapan tanah yang terbawa air menempel di lantai dan harus disikat.

Saat semua sudah bersih dan aktivitas berjalan seperti biasa, hujan kembalinya turun pada Senin sore (17/5/2026). Lagi dan lagi rumah Ibu Mawar dan warga lainnya kembalikan digenangi air. Melihat hujan hampir dua jam belum juga reda ditambah air sungai pasang, warga hanya bisa pasrah dengan cobaan yang dihadapi.

"Semoga pemerintah bisa peduli dengan kondisi ini. Ada upaya untuk mengatasinya sehingga banjir tidak terus terjadi saat hujan lebat," harap ibu Mawar. (kim.mb-hilir1)