Pojok Baca Kelurahan MB. Hilir; Sarana Meningkatkan Minat Baca Warga

  • Feb 20, 2026
  • Tono Triyanto
  • Feature

Koleksi Buku Masih Terbatas, Berharap Peran Pihak Ketiga   

Pojok baca merupakan salah satu fasilitas perpustakaan mini yang berperan untuk meningkatkan minat baca. Lokasinya biasanya banyak ditemui di kantor kelurahan, ruang publik hingga rumah belajar desa. Kantor Kelurahan Mentawa Baru Hilir, salah satu yang mengaktifkan pojok baca.

TEMPATNYA di pojok ruang pelayanan. Sesuai namanya, tempatnya mini, kurang lebih berukuran dua kali tiga meter. Hanya ada satu pembatas berupa pagar kecil yang tingginya tidak sampai tigapuluh centimeter. Akses masuknya terbuka. Tempat itu menyatu dengan ruang bermain anak. Dengan lantai dibalut karpet, menandakan tempat itu bersih dan aman untuk bermain anak. Pagar kecil itu juga menjadi pembatas dengan ruangan lain agar anak nyaman bermain sambil membaca koleksi buku yang dipajang.

Rak buku setinggi kurang lebih satu setengah meter berdiri kokoh tepat di pojok ruangan pelayanan. Di dalamnya tersusun rapi buku yang mungkin jumlahnya tidak sampai seratus. Konsep mini cocok dengan jumlah koleksi yang disediakan.

“Sebenarnya kami juga ingin koleksi bukunya banyak. Hanya saya saat ini kita masih keterbatasan anggaran. Jadinya kita hanya memanfaatkan buku-buku yang ada,” ungkap Lurah Mentawa Baru Hilir Putri Noorgeulis Fimaulyahar.

Keberadadan pojok baca ini bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat dengan memaksimalkan kunjungan pelayanan administrasi. Tentunya lokasinya mudah dijangkau.  Tidak kalah penting selain membaca, pojok baca juga bisa digunakan sebagai tempat kegiatan bercerita, diskusi, dan interaksi sosial. 

“Harapan kami seperti itu, tidak hanya menjadi wadah membaca tapi juga menjadi ruang diskusi antarmasyarakat ataupun dengan petugas di kantor kelurahan,” ucap Putri.

Putri berharap untuk memaksimalkan keberadaan pojok baca, perlu peran serta pihak ketiga. Setidaknya untuk mendapatkan bantuan tambahan koleksi buku bacaan. Dengan hanya mengharapkan dari sumber anggaran daerah, akan sangat berat.

“Kalaupun ada pihak ketiga ataupun masyarakat termasuk lembaga pendidikan yang ingin menyumbangkan koleksi bukunya sangat kami hargai dan nantikan. Bantuan itu sangat membantu kami untuk mengelola pojok baca biar bisa lebih maksimal,” ujar Putri.

Keberadaan pojok baca di Kelurahan Mentawa Baru Hilir diharapkan bisa meningkatkan minat baca, serta masyarakat dapat mengakses informasi dan ilmu pengetahuan dengan lebih mudah dan merata.

Semoga pojok baca ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi kelurahan lain untuk mengembangkan pojok baca sebagai wadah pengetahuan dan pembelajaran yang inklusif. (kim.mb-hilir1)