Ring Drain Sei Mentawa Dipenuhi Gulma, Kecamatan Kerahkan Pasukan Gelar Pembersihan
- May 04, 2026
- Tono Triyanto
- Pemerintahan
SAMPIT - Saluran Primer Ring Drain Sei Mentawa banyak dipenuhi gulma dan tanaman liar. Kondisi ini dikeluhkan warga karena menghambat aliran air, terutama saat musim hujan dan meningkatkan risiko banjir di permukiman. Menyikapai hal itu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, LPMK, relawan dan RT/RW setempat bersinergi bergotong royong membersihkan gulma dan tanaman liar, Jumat pagi (1/5/2026).
Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah memimpin langsung aksi gotong royong tersebut. Camat berserta perangkatnya menceburkan diri ke dalam Sungai Mentawa. Gulma dan tanaman liar yang menutupi permukaan sungai diambil secara manual.
“Gulma dan rumput liarnya cukup banyak dan menutupi hampir sepanjang ring drain ini. Hari ini kita bersama-sama bergotong royong untuk membersihkannya,” ujar Irpansyah.
Tidak hanya cara manual, perahu karet milik relawan juga dikerahkan. Menggunakan perahu karet petugas menyisir disepanjang ring drain membersihkan gulma dan rumput liar.
Irpansyah menambahkan gerakan gotong royong seperti ini harus dibudayakan, sehingga ada peran aktif dari masyarakat khususnya disekitar ring drain untuk bersama-sama menjaga kebersihannya.
“Yang paling penting jangan membuang sampah sembarangan. Apalagi di sekitar ring drain banyak permukiman. Warga jangan membuang sampah sembarangan karena itu akan menyumbat aliran air di aliran Sungai Mentawa. Ayo kita sama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.
Ring Drain Sungai Mentawa selesai dibangun akhir 2023. Proyek bantuan dari Kementrian PUPR tersebut berfungsi sebagai jalur pembuangan utama sekaligus mencegah banjir. Ring drain dibangun sepanjang 700 meter di alur Sei Mentawa dimulai dari kilometer 1 Jalan Bawi Jahawen. Lebarnya 8 meter dengan kedalaman 3,4 meter. (kim.mb-hilir1)