Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Redkar MB. Hilir Diberikan Pelatihan Water Rescue dan Vertical Rescue
- Jul 20, 2026
- Tono Triyanto
- Sosial Kemasyarakatan
SAMPIT - Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Kelurahan Mentawa Baru Hilir tidak hanya tanggap dan terampil dalam penanggulangan bencana kebakaran dan lahan. Mereka juga diharapkan mampu berperan dalam aksi penyelamatan baik di darat dan sungai. Untuk memiliki kemampuan itu, para relawan mendapatkan pembekalan pelatihan yang diselenggarakan Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Minggu pagi (19/7/2026).
Dalam pelatihan yang menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur, relawan diberikan pelatihan pengenalan dasar mengenai penggunaan alat bantu mendukung kegiatan water rescue. Dan juga pengetahuan dan keterampilan teknis terkait penyelamatan pada medan vertikal, baik di ketinggian maupuna di kedalaman, yang sering dijumpai dalam situasi kedaruratan.
Kegiatan pelatihan water rescue berisikan tentang pengenalan peralatan penunjang seperti cara melakukan dayung, teknik mengangkat dan menurunkan perahu karet, pengenalan jenis perahu serta pengenalan mesin motor tempel beserta dengan cara perawatan dan penggunaannya. Dengan mengikuti pelatihan dasar ini merupakan langkah yang tepat bagi anggota Redkar di Kelurahan Mentawa Baru Hilir untuk dapat mengetahui bagaimana menangani korban, menghadapi kondisi alam yang ekstrem dan menghindari bahaya yang ada di sekitar serta hal-hal teknis maupun nonteknis di lapangan.
“Sarana dan prasana yang dimiliki Redkar di Kelurahan Mentawa Baru Hilir saya lihat sudah lengkap. Perahu karet dan mesin motornya pun sudah miliki. Tinggal bagaimana mengoperasikanya secara benar termasuk juga perawatanya,” ungkap narasumber dan Damkarmat Kotim.
Sementara pelatihan vertical rescue, peseta diberikan materi mencakup pengenalan peralatan penyelamatan, teknik penggunaan tali dan simpul, serta cara turun dari ketinggian. Untuk materi praktik turun dari ketinggian mengambil tempat dari lantai dua bangunan aula kelurahan yang ketinggiannya mencapai lima meter.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah diberikan. Simulasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan koordinasi tim. Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu memahami prosedur penyelamatan secara efektif serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat yang memerlukan penanganan khusus.
Pelatihan baik itu water rescue dan vertical rescue berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Antusiasme anggota terlihat dari partisipasi aktif selama sesi materi maupun praktik di lapangan. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama, komunikasi, dan rasa tanggungjawab antaranggota dalam menjalankan tugas kemanusiaan. (kim.mb-hilir1)