Upaya TP PKK Kelurahan Mentawa Baru Hilir Mengatasi Limbah Rumah Tangga
- Jun 13, 2026
- Tono Triyanto
- Feature
Manfaatkan Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Cuci Bernilai Ekonomis
Pemanfaatkan teknologi tepat guna diterapkan TP PKK Kelurahan Mentawa Baru Hilir mengatasi persoalan limbah rumah tangga. Menggunakan bahan dasar minyak goreng bekas atau jelantah, mereka menyulapnya menjadi barang bernilai ekonomis. Sabun cuci ramah lingkungan mereka buat dengan memanfaatkan minyak goreng bekas.
MINYAK goreng bekas atau jelantah merupakan minyak limbah bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga yang sudah digunakan berulang-ulang kali pemakaiannya, sehingga kualitas minyak tersebut menurun. Biasanya penggunaan minyak jelantah sering dibuang sembarangan yang dapat mengakibatkan pencemaran limbah di lingkungan sekitar. Bahaya dari minyak jelantah apabila dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit makan dilakukan upaya memanfaatkan dari minyak jelantah tersebut.
Dari hal tersebut, ibu-ibu TP PKK Kelurahan Mentawa Baru Hilir menggelar pelatihan inovatif pembuatan sabun cuci dari minyak goreng bekas. Tujuan selain mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi warga.
Ketua TP PKK Kelurahan Mentawa Baru Hilir menyampaikan pelatihan ini diisiasi karena melihat tingginya produksi limbah minya goreng dari dapur rumah tangga. Jika dibuang sembarangan, minyak jelantah dapat menyumbat saluran air dan merusak ekosistem lingkungan.
“Kami ingin mengubah pola pikir bahwa minyak jelantah itu sampah yang tidak berguna. Dengan sedikit kreativitas dan formula yang tepat, limbah ini bisa diolah menjadi sabun cuci piring maupun sabun cuci baju berkualitas yang bernilai ekonomis,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Proses pembutan sabun diawali melalui proses reaksi kimia dengan saponifikasi. Saponifikasi dilakukan untuk mereaksikan asam lemah dengan alkali (NaOH atau KOH) sehingga menghasilkan saponin (sabun). Langkah pengolahan yang pertama dengan mengumpulkan minyak jelantah yang sudah disaring. Produksi sabun ini hanya menggunakan tiga bahan dasar yaitu soda api (NaOH), minyak jelantah dan aquades. Namun, untuk bahan tambahan seperti pewangi dan pewarna adalah opsional.
Kemudian tiga bahan dasar tersebut ditimbang sesuai dengan takaran dan dicampurkan. Pada proses pencampuran aquades dahulu yang dituangkan pada tempat lalu dimasukkan soda ap. Kemudian dimasukkan minyak jelantah kedalam campuran air dan soda api tersebut. Setelah adonan mulai mengental, tambahkan pewangi dan pewarna sesuai selera. Lalu adonan bisa dimasukkan ke dalam cetakan sesuai bentuk yang diinginkan.
Produk sabun minyak jelantah dapat digunakan kurang lebih empat minggu setelah dibuat agar pH dari sabun tersebut cenderung aman untuk kulit. Sabun ini dapat digunakan untuk mencuci tangan, peralatan makan/alat masak, untuk menghilangkan noda membandel pada baju, dan lain sebagainya. Namun, produk ini tidak disarankan sebagai penggunaan badan atau kulit.
Lurah Mentawa Baru Hilir Puteri Noorgeulis Fimaulyahar menambahkan selain membantu mengurangi dampak negative lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah, inovasi ini juga memiliki potensi untuk memberikan manfaat ekonomis. Produk sabun cuci dari minyak jelantah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk komersil lainnya, sehingga dapat dijual sebagai produk yang diminati oleh masyarakat.
“Hal ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam hal lingkungan, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekomian di Kelurahan Mentawa Baru Hilir,” ucapnya. (kim.mb-hilir1)