Lewat KIM, Kelurahan Mentawa Baru Hilir Perkuat Literasi Digital
- Jun 23, 2026
- Tono Triyanto
- Pemerintahan
SAMPIT - Keberadaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang dibentuk di Kelurahan Mentawa Baru Hilir saat membantu dalam pengutan program literasi digital. Lewat platform digital kemitraan yang dikelola pemerintah secara kolaboratif oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pegiat KIM dapat menyampaikan informasi secara benar. Dalam kurun empat bulan KIM Mentawa Baru Hilir terus menjalankan tugas dan fungsinya dalam menjembatani penyampaian informasi dari pemerintah ke masyarakat dan juga sebaliknya.
Program literasi digital yang saat ini digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur salah satunya dengan mendorong terbentuknya KIM sebagai upaya untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin pesat.
“Gerakan literais digital dimaksudkan untuk membangun pondasi literasi digital yang kuat bagi seluruh masyarakat, baik itu pemahaman etika bermedia sosial, kecakapan digital hingga keamanan siber,” kata Pj Sekda Kotim Umar Kaderi saat meluncurkan Gerakan Literasi Digital di Creative Hub Diskominfo Kotim, Senin (22/6/2026).
Umar menambahkan Gerakan Literasi Digital menjadi bagian komitem Pemkab Kotim untuk mempercepat transformasi digital yang inklusi sekaligus meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang bijak dalam memanfaatkan ruang digital.
Saat ini langkah strategis yang akan diterapkan untuk mendukung program tersebut dengan mendorong organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga desa, agar bersinergi dengan Diskominfo dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Ketua KIM Mentawa Baru Hilir Tono Triyanto menambahkan tugas dan fungsi KIM utamanya adalah sebagai penyebar informasi kepada masyarakat dengan tetap mengutakan keakuratan dan verifikasi data. Sehingga tidak menimbulkan narasi negatif yang berujung pada penyampaian informasi salah.
“KIM juga bisa menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Informasi keberhasilan ataupun program-program pemerintah bisa disampaikan lewat flatform ini. Begitu juga sebaliknya masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya namun tetap berimbang. Artinya peran masyarakat dan aparatur pemerintah sebagai pelaksana kegiatan tetap berjalan beriringan dan bersinergi,” ucap Tono. (kim.mb-hilir1)